Senin, 01 Juni 2015

PERSIKAMA KABUPATEN MAGELANG






Nama lengkapPersatuan Sepakbola Indonesia Kabupaten Magelang
JulukanLaskar Syailendra
DidirikanMuntilan, 19 November 1986
StadionStadion Gemilang, Bumirejo Mungkid
(Kapasitas: 15000)
Ketua UmumGunawan
SekretarisDoni Kurniawan
ManajerSukardiyono Goodres
PelatihTommy Parsep
LigaLiga Nusantara Zona Jawa Tengah

      
       Persikama (Persatuan Sepakbola Indonesia Kabupaten Magelang) adalah sebuah tim sepak bola Indonesia kebanggaan warga Kabupaten Magelang yang bermarkas di ibukota Kabupaten Magelang yaitu di Kota Mungkid. Persikama berdiri pada tanggal 19 November 1986 di Muntilan dan telah diakui secara resmi PSSI pada kongres tahun 1997. Inisiator dalam pembentukan PERSIKAMA adalah Bupati Magelang (saat itu) Solichin dan Subagiono, Kepala Desa Gunungpring, Kecamatan Muntilan pada era tersebut. Persikama adalah tim yang masih sangat muda, apalagi bila dibandingkan dengan saudara tuanya PPSM Sakti Magelang. Pada tanggal 16 Juni 2011, bertempat di perwakilan dari beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Magelang mendirikan wadah suporter Persikama yang disebut KAMANIA MAGELANG RAYA. Kehadiran kelompok suporter yang keberadaan dan kehadirannya mulai diterima kalangan pecinta sepakbola di Magelang sekaligus membawa beberapa desakan penting yakni ; meminta agar Pemerintah Kabupaten Magelang, DPRD Kabupaten Magelang dan sektor swasta potensial untuk mendukung PERSIKAMA mengikuti Kompetisi Divisi III dengan target lolos ke level yang lebih tinggi di setiap musim, serta segera merealisasikan rencana pembangunan "stadion" sepakbola yang sesuai standar kompetisi sepakbola nasional sebagai home-base PERSIKAMA. Kamania Magelang Raya dan ULTRAS Persikama 1986 sendiri berkomitmen untuk mendukung PERSIKAMA dengan cara damai dan kreatif, serta menjalin hubungan baik dengan kelompok suporter yang lain, demi terwujudnya cita-cita bersama untuk menjadikan PERSIKAMA sebagai ikon baru Kabupaten Magelang. Stadion Kabupaten Magelang atau disebut juga Stadion Gemilang sebagai home base Persikama. Stadion yang bertempat di desa Bumirejo, Kecamatan Mungkid ini yang samapi kini digunakan Persikama untuk melaksanakan laga kandang. Pada tahun 2015 ini Persikama siap mangarungi kompetisi Liga Nusantara. Bergabung dalam grup B Liga Nusantara 2015 Zona Jawa Tengah bersama dengan Persipa Pati, PSD Demak, Persiku Kudus, dan Persik Kendal.
KAMANIA KAMANITA MAGELANG RAYA

Berikut merupakan tim utama dari Persikama Kab.Magelang 2015
Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.
No.Pos.Nama
21Bendera IndonesiaGKFajar
1Bendera IndonesiaGKIkhsan Yoga
12Bendera IndonesiaGKAgil
19Bendera IndonesiaDFEdi Rintoko
15Bendera IndonesiaDFTyas Fidelis
23Bendera IndonesiaDFHerwin
5Bendera IndonesiaDFAditya Wahyudi
3Bendera IndonesiaDFSyamsudin
5Bendera IndonesiaDFRino
16Bendera IndonesiaDFHery
14Bendera IndonesiaDFPandu
No.Pos.Nama
10Bendera IndonesiaMFIkmal
7Bendera IndonesiaMFAhmad Kusdiyanto
25Bendera IndonesiaMFRuslan "Ateng"
8Bendera IndonesiaMFHendro Prasetyo
10Bendera IndonesiaMFAnton
11Bendera IndonesiaMFReza
17Bendera IndonesiaMFDendi
9Bendera IndonesiaMFAndhika
32Bendera IndonesiaFWSumaryanto
18Bendera IndonesiaFW
Anwar Rohman


Stadion Gemilang,Bumirejo,Mungkid dengan kapasitas 15.000 penonton

CERPEN

Azab Anak Durhaka

       Lelaki itu tersenyum sinis. Membuat siapapun yang melihatnya 99% mengelus dada dan ingin menampongnya. Sudah tak ada lagi yang bisa menasihatinya. Omongan saudara-saudara nya ia anggap angin lalu. Semuanya ia abaikan. Tak ada yang diacuhkan sedikit pun. Dan,kejadian bakda zuhur itu mungkin menjadi klimaksnya. Seluruh warga Banyuurip geger. Gambir baru saja mencekik ibunya sendiri.
       Gambir adalah seorang pria berambut panjang,berkulit sawo matang,dan berbadan tinggi. Menurut saksi mata bernama Ateng,kejadian itu terjadi karena ibunya tidak bisa membelikan motor Satria f yang sudah diimpi-impikan oleh Gambir selama ini. Ia baru saja lulus dari SMP N 1 Banyuurip dan melanjutkan di SMA N 2 Banyuurip.
       Suatu hari, ketika Gambir hendak berangkat ke sekolah baru nya itu kejadian naas terjadi. Angkot yang ditumpangi nya mengalami kecelakan fatal. Kejadian itu bermula saat angkot yang ditumpangi Gambir ingin mendahului mobil didepan nya. Tetapi di arah yang berlawanan terdapat mobil Grand Livina yang melaju cukup kencang bagaikan kecepatan angin. Sopir angkot mencoba untuk mengerem tetapi waktu sudah terlambat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Beberapa orang mengalami luka berat termasuk Gambir dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Tak lama kemudian kabar tersebut sampai ke telinga ibunya Gambir. Ia seketika menjerit dan syok mendengar kabar buruk itu. "Ya Allah, cobaan apa lagi yang Engkau berikan kepada hamba,lindungilah anak hamba Ya Allah." ucap ibunya dalam hati. Ia kemudian memberikan kabar tersebut kepada saudara-saudaranya. Beberapa menit berselang ia menuju ke rumah sakit. Sesampainya disana Gambir masih dalam pemeriksaan dokter. Doa ibunya dikabulkan oleh Allah, tidak ada luka berat yang dialami nya hanya terdapat lecet pada kaki,muka,dan tangan memar. Setelah dokter keluar ibunya dipersilakan masuk. Gambir dan ibunya sama-sama menangis ketika saling bertatap muka. "Nak,kenapa kamu bisa kecelakaan?" Kata ibu dengan heran. "Tadi angkot yang ku tumpangi tabrakan sama mobil lain dari arah berlawanan" Jawab Gambir sambil meringis kesakitan.
       Setelah 2 hari menjalani opnam di rumah sakit, ada seseorang yang menjenguk Gambir. Ternyata ia adalah ustad Desa Banyuurip yang terkenal dengan kewibawaan dan ilmunya yang luas. "Gambir,bagaimana keadaanmu.?" Tanya ustad. "Alhamdulillah hanya luka-luka ringan saja pak ustad." Jawab Gambir dengan tersenyum. "Syukurlah kalau begitu, lain kali lebih berhati-hati, kasihan juga ibu kamu harus merawat dan mencarikan biaya pengobatanmu ini." Kata ustad. "Ya pak ustad" Jawab Gambir. 
       Setelah kejadian naas itu terjadi, Gambir menyesal karena memaksa ibunya membelikan sepeda motor baru padahal kondisi ekonomi mereka tingkat menengah kebawah. Apalagi sepeninggal Alm. bapaknya,ibunya harus membanting tulang untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Gambir meminta maaf pada ibunya dan berjanji akan menjadi anak yang sholeh,berbakti,selalu bersyukur,dan taat kepada Allah SWT yang selama ini telah ia tinggalkan.