Azab Anak Durhaka
Lelaki itu tersenyum sinis. Membuat siapapun yang melihatnya 99% mengelus dada dan ingin menampongnya. Sudah tak ada lagi yang bisa menasihatinya. Omongan saudara-saudara nya ia anggap angin lalu. Semuanya ia abaikan. Tak ada yang diacuhkan sedikit pun. Dan,kejadian bakda zuhur itu mungkin menjadi klimaksnya. Seluruh warga Banyuurip geger. Gambir baru saja mencekik ibunya sendiri.
Gambir adalah seorang pria berambut panjang,berkulit sawo matang,dan berbadan tinggi. Menurut saksi mata bernama Ateng,kejadian itu terjadi karena ibunya tidak bisa membelikan motor Satria f yang sudah diimpi-impikan oleh Gambir selama ini. Ia baru saja lulus dari SMP N 1 Banyuurip dan melanjutkan di SMA N 2 Banyuurip.
Suatu hari, ketika Gambir hendak berangkat ke sekolah baru nya itu kejadian naas terjadi. Angkot yang ditumpangi nya mengalami kecelakan fatal. Kejadian itu bermula saat angkot yang ditumpangi Gambir ingin mendahului mobil didepan nya. Tetapi di arah yang berlawanan terdapat mobil Grand Livina yang melaju cukup kencang bagaikan kecepatan angin. Sopir angkot mencoba untuk mengerem tetapi waktu sudah terlambat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Beberapa orang mengalami luka berat termasuk Gambir dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Tak lama kemudian kabar tersebut sampai ke telinga ibunya Gambir. Ia seketika menjerit dan syok mendengar kabar buruk itu. "Ya Allah, cobaan apa lagi yang Engkau berikan kepada hamba,lindungilah anak hamba Ya Allah." ucap ibunya dalam hati. Ia kemudian memberikan kabar tersebut kepada saudara-saudaranya. Beberapa menit berselang ia menuju ke rumah sakit. Sesampainya disana Gambir masih dalam pemeriksaan dokter. Doa ibunya dikabulkan oleh Allah, tidak ada luka berat yang dialami nya hanya terdapat lecet pada kaki,muka,dan tangan memar. Setelah dokter keluar ibunya dipersilakan masuk. Gambir dan ibunya sama-sama menangis ketika saling bertatap muka. "Nak,kenapa kamu bisa kecelakaan?" Kata ibu dengan heran. "Tadi angkot yang ku tumpangi tabrakan sama mobil lain dari arah berlawanan" Jawab Gambir sambil meringis kesakitan.
Setelah 2 hari menjalani opnam di rumah sakit, ada seseorang yang menjenguk Gambir. Ternyata ia adalah ustad Desa Banyuurip yang terkenal dengan kewibawaan dan ilmunya yang luas. "Gambir,bagaimana keadaanmu.?" Tanya ustad. "Alhamdulillah hanya luka-luka ringan saja pak ustad." Jawab Gambir dengan tersenyum. "Syukurlah kalau begitu, lain kali lebih berhati-hati, kasihan juga ibu kamu harus merawat dan mencarikan biaya pengobatanmu ini." Kata ustad. "Ya pak ustad" Jawab Gambir.
Setelah kejadian naas itu terjadi, Gambir menyesal karena memaksa ibunya membelikan sepeda motor baru padahal kondisi ekonomi mereka tingkat menengah kebawah. Apalagi sepeninggal Alm. bapaknya,ibunya harus membanting tulang untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Gambir meminta maaf pada ibunya dan berjanji akan menjadi anak yang sholeh,berbakti,selalu bersyukur,dan taat kepada Allah SWT yang selama ini telah ia tinggalkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar